Surabaya, Delikjatim.com – Panti Pesantren Muhammadiyah atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ki Bagus Hadikusumo yang terletak di jalan Simomulyo Baru A-1 nomor 48 Surabaya menggelar Kajian Pencerah sekaligus pengukuhan kepala panti, Selasa (12/9/2023).
Penyerahan SK kepala LKSA Ki Bagus Hadikusumo tersebut langsung diberikan oleh ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Ferry Yudi Antonis Saputra SHI MPdI.
Dalam sambutannya sekaligus penyerahan SK Ferry Yudi menyampaikan LKSA Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo merupakan salah satu amal usaha yang telah berdiri dicabang Sukomanunggal.
“Kami berharap ada kolaborasi keberadaannya, serta harus membawa dampak kebermanfaatan bagi sekitarnya”, terangnya.
“Ngurusi panti itu tidak hanya pinter saja, juga harus Kober dan bener, dan ini sangat penting sekali, karena panti adalah merupakan amal usaha Muhammadiyah yang paling tua selain sekolah, rumah sakit dan sosial yaitu panti asuhan”, imbuhnya.

Lanjut Ferry Yudi, Panti Asuhan merupakan lembaga yang bisa mendatangkan fitnah. Ada dua jenis lembaga yang sangat mudah untuk bisa menghimpun dana, yaitu masjid dan panti asuhan.
“Oleh karena itu, secara internal saya harapkan, dirapikan pembukuannya, ditata kerasipannya, laporannya ditata dengan bagus dan transparan”, tuturnya.
“Saya yakin dibawah kendali ketua PCM ustadz Musthofa ditopang wakil Bidang MPKS ustadz Jahja Sholahudin panti ini akan bisa melaju dengan pesat”, ujarnya.
Panti ini, lanjut Ferry Yudi, merupakan aset yang luar biasa, mendirikan panti tanpa harus bersusah payah membangunnya, karena sudah ada kamar lengkap dengan fasilitasnya yang merupakan suatu kenikmatan, tinggal bapak dan ibu memaksimalkan potensi-potensinya.
“Sudah ada gebrakan yang luar biasa dimana setiap hari Selasa selalu ada kajian-kajian untuk menghidupkan lingkungan sekitar, sekali lagi pesan saya, keberadaan panti ini harus bisa membawa kebermanfaatan bukan hanya warga Muhammadiyah saja namun juga warga sekitarnya”, pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Pencerah oleh ustadz Carlos Prawirosastro MPdI dengan tema “Perjalanan Panjang Menuju Hari Pembalasan“.

















