Surabaya, Delikjatim.com – Guna memperingati Hari Batik Nasional, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya melaksanakan kegiatan mengenal dan membuat batik bersama Rumah Batik Jawa Timur.
Bertajuk “Batik Bangkit Berkarakter” kegiatan batik masal tersebut diikuti 450 siswa kelas satu hingga kelas enam di gedung 1 dan 2 SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Senin (2/10/2023).
Ketua panitia Hari Batik Nasional Kadarwati SPd menjelaskan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air anak-anak tersebut terhadap warisan budaya, salah satunya warisan budaya batik.
“Membatik yang dilaksanakan kali ini adalah batik jumputan semprot yakni, salah satu teknik pembuatan batik yang melibatkan penggunaan semprotan pewarna pada kain”, terangnya.
Langkah-langkah umum dalam teknik ini, lanjut Kadarwati adalah mempersiapkan bahan dan alat, yakni: kain yang akan digunakan, semprotan pewarna tekstil, lilin malam (malam batik) untuk menahan pewarna.
“Sedangkan alat untuk menghasilkan motif seperti tali, karet, atau benda lain yang dapat digunakan untuk memberikan tekstur”, ujarnya.
“Kain yang akan digunakan tersebut diikat, dimasukkan waterglass, diberi pewarna, kemudian dijemur”, imbuh salah satu pengajar kelas 4 tersebut.
Kadarwati berharap dengan kegiatan tersebut, anak-anak mengetahui hari batik dan bangga atas warisan budaya batik.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya Norma Setyaningrum MPd memaparkan bahwasanya tanggal 2 Oktober setiap tahunnya menjadi peringatan Hari Batik Nasional.
“Pada tahun 2009, Batik nasional sudah diakui dan masuk ke dalam daftar Perwakilan Warisan Budaya non Benda United Nations of Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO”, ungkapnya.
Maka dari itu, lanjut Norma pihak sekolah melaksanakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang akan menambah wawasan bagi anak-anak, serta menumbuhkan rasa cintanya kepada warisan bangsa salah satunya adalah batik.
“Dalam kegiatan tersebut, kami mengundang Endang Meggy Aswidiatie dan Hasani dari Rumah Batik Jawa Timur untuk menyampaikan salah satu teknik dalam membatik yakni jumputan dengan semprot, beberapa pola, setelah itu mengaplikasikannya”, terang Norma yang juga aktif di Pimpinan Cabang Aisyiyah Wonokromo tersebut.
Norma berharap, selain menumbuhkan rasa cinta kepada budaya bangsa, karakter kreatif anak-anak juga akan muncul.
“Dengan kegiatan tersebut mudah-mudahan akan muncul dari dalam diri para siswa karakter kerja sama dimana mereka mempunyai peran masing-masing, serta karakter tangguh dimana ketika masih belum berhasil anak-anak tetap akan terus berusaha mencoba tanpa kenal putus asa”, pungkasnya.

















