20230111_185931
IMG-20231009-WA0001
Shadow
Berita  

Makesta 2023 PR Rungkut Tengah Nawaitu Cetak Generasi Kader Organisatoris IPNU IPPNU

120x600
banner 468x60

Mojokerto, Delikjatim.com – Masa Kesetiaan Anggota atau yang lebih dikenal Makesta, merupakan kegiatan pengkaderan yang bersifat penting dalam kalangan pelajar Nahdliyyin, di dalamnya banyak kegiatan-kegiatan seputar wawasan umum mengenai Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan kader-kader pengurus di tingkat ranting yang akan menjadi calon penerus tongkat estafet para organisatoris Nahdlatul Ulama.

Makesta tahun ini, mengusung tema “Nawaitu IPNU-IPPNU”, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Rungkut Tengah, Gunung Anyar Surabaya pada tanggal 22-24 Desember 2023 di Vila Green Peace, Pacet Mojokerto.

Dalam rilisnya, Jumat (29/12/2023), Zainul Arifin selaku Tanfidz Masjid At-Taiibin kecamatan Rungkut Tengah, dalam pidato sambutan pembuka acara mengatakan, bahwa syarat untuk menjadi pemimpin di kalangan NU adalah dengan mengikuti makesta.

Peserta diberangkatkan pada pukul 16.00 WIB hari Jumat (22/12), dengan menempuh waktu kurang lebih 2 jam perjalanan menuju lokasi acara. Kegiatan diawali dengan membuat kesepakatan kontrak belajar yang berlaku pada saat materi makesta disampaikan.

Di hari Sabtu (23/12) kegiatan dimulai dengan sejumlah materi, wawasan sekaligus pengetahuan ke-NU-an. Selain itu para peserta juga diberi pembekalan materi Public Speaking yang menjadi salah satu bekal utama bagi pengurus organisasi.

“Setiap materi yang dibawakan cukup detail dan mudah dipahami untuk para peserta yang mayoritas baru berkecimpung di dalam organisasi Nahdlatul Ulama,” ujar Zainul Arifin.

Lanjut Zainul Arifin, salah satu fokus utama dalam Makesta kali ini adalah Manajemen Konflik. Materi manajemen konflik diberikan di hari Minggu, semua peserta diberikan 1 masalah yang harus dipecahkan bersama-sama.

“Materi manajemen konflik ini bertujuan untuk membangun rasa kepemilikan kepada IPNU-IPPNU dan sesama anggota,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta Galih Dien Fuadi menyatakan, pada materi ini emosi peserta sangat terkuras karena perbedaan suara dan pendapat, namun hal tersebut tidak membuat peserta menyerah.

“Semua peserta terlibat dalam diskusi untuk saling bertukar pemikiran guna memecahkan studi kasus yang diberikan panitia. Apa yang kami lalui kemudian berakhir pada pembaiatan, yang membuat peserta lega karena telah sukses melewati serangkaian Makesta,” terangnya.

“Wes pokoke awak’e dewe nak kene iki bareng-bareng belajar, lak melok IPNU yo ojok setengah-setengah, dawuhe Kyai Hasyim Asyari “Sopo wonge seng gelem ngopeni NU tak anggep santriku, sopo ae sing dadi santriku tak dungakno Husnul Khatimah”. Makane awak’e dewe melok IPNU iki yo dalam rangka ngopeni IPNU, intine ojok bosan-bosan lak melok organisasi,” ujar Asyiqun dalam statement sambutan penutupnya.

Dalam ikrar dan pembaiatan, panitia berpesan kepada seluruh peserta Makesta untuk selalu menjunjung tinggi nama organisasi Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, peserta juga dituntut untuk mampu berkontribusi secara aktif terhadap bangsa, negara, dan agamanya dengan menjadi pelajar yang berkualitas, berakhlakul karimah serta bertakwa kepada Allah SWT.

banner 336x280
Penulis: Galih/YudaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!