20230111_185931
IMG-20231009-WA0001
Shadow

Dugaan Penyerobotan Lahan di Pamekasan, Pelapor: BPN Nyatakan Sertifikat Tanah Kami Sah

120x600
banner 468x60

Muhammad Irfan, suami pelapor Sri Suhartatik, saat menunjukkan sertifikat tanah atas nama istrinya.

PAMEKASAN Madura Dugaan penyerobotan tanah di Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, belum menemui titik terang. Baik Bahriyah (61) maupun Sri Suhartatik (31) sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah tanah tersebut.

Dalam kasus tersebut, Suhartatik melaporkan Bahriyah yang notabene masih bibinya ke polisi atas dugaan penyerobotan lahan. Kini, Bahriyah telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sidang Kasus Sengketa Tanah di Panempan, Tergugat Kecewa Putusan Hakim PA Pamekasan, Siapkan Banding Kasus Sengketa Tanah yang Ditangani PA Pamekasan Belum Temukan Titik Terang Diduga Serobot Tanah Warganya, Mantan Kepala Desa Bangun Mojokerto Dilaporkan

Menurut Suhartatik, permasalahan tanah tersebut sudah berjalan sekitar 8 tahun yang lalu. Suhartatik mengaku mendapatkan tanah tersebut setelah membelinya dari orang tua Suhartatik dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan BPN pada tahun 1999.

Setelah beberapa tahun berlalu, Sri Suhartatik mendapatkan informasi bahwa ada petugas yang melakukan pengukuran tanah miliknya.

Dari informasi tersebut, suami Suhartatik, Muhammad Irfan, mendatangi kantor kecamatan untuk menanyakan perihal pengukuran.

Setelah pengukuran, sempat dilakukan mediasi antara Suhartatik dengan Bahriyah, namun berakhir buntu.

Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2022, Suhartatik mengetahui ada sertifikat lain yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas nama Bahriyah.

Mengetahui hal itu, Suhartatik bersama sang suami langsung meminta keterangan kantor BPN. Karena tidak ada titik temu, Muhammad Irfan, suami Sri Suhartatik, akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi atas dugaan penyerobotan lahan.

punulis : M.mukri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!