20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Berita  

SMA Muhammadiyah 1 Surabaya Latih Jiwa Enterpreneur Siswa Membuat Sabun Mandi

120x600
banner 468x60

Surabaya, delikjatim.com – Kreatif menjadi salah satu dimensi dari kurikulum merdeka yang diterapkan dalam dunia pendidikan pada masa kini. Pada dimensi kreatif ini murid diarahkan untuk bisa menghasilkan gagasan, karya, serta tindakan yang orisinal serta memiliki keluwesan dalam berpikir untuk mencari alternatif dalam permasalahan.

Salah satu caranya adalah dengan penerapan mata pelajaran kewirausahaan yang dinilai mampu menjadikan murid menjadi sosok yang kreatif dan berjiwa entrepreneur.

Bentuk penerapan dari mata pelajaran entreprener ini bisa dilihat di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya. Sekolah yang sudah mengadopsi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka kurang lebih selama 3 tahun ini mempunyai mata pelajaran entrepreneur yang menghasilkan banyak karya.

Mulai dari membuat cangkir dengan berhias batik ecoprint hingga yang terbaru adalah membuat karya sabun mandi yang higienis.

Seperti apa yang terlihat pada hari Jumat (4/10/2024) ketika siswa kelas XI mulai membuat sabun mandi dengan didampingi oleh Dwi Lukita Sari, SPd sebagai guru pengampu mata pelajaran entrepreneur.

“Alhamdulillah, praktek hari ini berjalan lancar. Bisa dilihat anak-anak mampu bekerjasama dalam team dengan baik. Anak-anak juga terlihat telaten dan tidak mudah menyerah, karena prosesnya agak sedikit lama.” ujar sosok guru yang sehari-hari juga mengampu mata pelajaran Biologi ini

Pada praktek kali ini, para siswa membuat 3 resep sabun alami yaitu coffe soap, teatree soap dan goat milk soap. Mereka terlihat dengan telaten menyiapkan bahan-bahan berupa NAOH, susu kambing, serta bubuk kopi hitam. Selain itu dalam praktek ini para siswa juga menggunakan bahan alami lain berupa tea tree esensial oil, coconut oil, minyak zaitun, dan juga palm oil.

Lebih lanjut Lukita menjelaskan bahwa, ada dua proses dalam pembuatan sabun yaitu metode dingin dan metode panas. Kali ini para siswa SMAMSA menggunakan metode dingin dalam proses praktek pembuatan sabun.

“Untuk anak-anak kelas XI-4 dan XI-5 saya mengajarkan pembuatan sabun dengan menggunakan metode dingin. Metode ini dipilih karena simpel dan mudah caranya adalah dengan mencampuran minyak dan alkali pada saat temperatur 32-35 derajat Celsius. Setelah itu semua bahan diaduk sampai tercampur sempurna dan mengental lalu dicetak,” tuturnya.

Praktek pembuatan sabun mandi ini dipilih agar para siswa mengetahui secara pasti kandungan apa saja yang seharusnya ada di dalam sabun mandi dan baik bagi tubuh. Selain membuat sabun mereka juga belajar memperhitungkan untung rugi dan cara membuat kemasan yang menarik.

“Sehingga nantinya dapat menambah wawasan berwirausaha dan melatih jiwa entrepreneurship,” tandasnya.

banner 336x280
Penulis: Miftah/YudaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!