Sampang, Delikjatim.com – Buntut kekesalan masyarakat di kecamatan Banyuates atas kebijakan bupati sampang terkait penundaan pilkades, Ribuan massa yang tergabung dalam aliansi banyuates tangguh ( ALIBATA), mereka menggeruduk kantor Kecamatan Banyuates Kab. Sampang, Rabu ( 9/04/20025).
Massa aksi terdiri dari berbagai warga desa se kecamatan banyuates yang tergabung dari 20 desa, mereka menuntut agar pilkades segera di gelar di tahun 2025 dan usut tuntas jual beli jabatan PJ kepala desa di kecamatan banyuates.
Sementara itu korlap aksi demo hanafi dalam orasinya meminta agar bupati sampang hadir menemui massa aksi, dan harus bertanggung jawab atas kebijakan yang dikeluarkan pemkab sampang, yang mengakibatkan kontra di masyarakat dan membuat gaduh terutama di kecamatan banyuates.
Peraturan tersebut perbup no 27 tahun 2021 Evaluasi PJ Kades 6 bulan sekali tapi kenyataannya 3 bulan sudah di copot di kecamatan banyuates, “ucap hanafi.
Korlap aksi juga membacakan beberapa tuntutan yaitu :
- menolak pergantian PJ kades di kecamatan yang tidak sesuai prosedur
- .Mendesak pemkab sampang tidak mengganti PJ kades di kecamatan banyuates demi kondusifitas.
3.Mendesak APH dan KPK mengusut tuntas jual beli jabatan yang harganya berkisar 100 s/d 200 juta.
4.Meminta pilkades serentak di gelar di tahun 2025.
Di sela acara massa aksi berteriak minta Bupati sampang agar menemui mereka, dan maksa masuk halaman kantor kecamatan banyuates serta membakar ban bekas truck dan saling dorong bersama aparat kepolisian, sehingga kepala DPMD sudarmanta keluar menui massa, dan menyampaikan pilkades akan di gelar di tahun 2027, “ungkap sudarmanta.
Di akhir acara semua peserta aksi bersama sama mendengarkan dan menyanyikan lagu bayar bayar bupati untuk jadi Pj , serta akan kembali lagi dengan massa yang lebih banyak lagi jika tuntutan mereka tidak terima.

















