20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Berita  

Gelar Wisuda Tahfidzul Qur’an Angkatan ke-5, Ini Harapan Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya

120x600
banner 468x60

Surabaya, delikjatim – Sekolah Tahfidz Berkemajuan SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) menggelar Kegiatan Wisuda Tahfidzul Qur’an Angkatan ke-5 (juz 30, 29, 28, 1, dan 2) bertajuk “Mencetak generasi Qur’an dengan keteguhan iman dan akhlak Mulia“, di gedung Gunawangsa Tidar lantai 7, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya Drs H Mohammad Lutfi MPd, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya Drs Ranu Wasisto MM, Ketua K3S SD kecamatan Sukomanunggal H Soedjono MPd, Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Surabaya Barat Drs H Mudjoko MSi, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukomanunggal Musthofa Hamal ST.

Hadir pula Wakil Ketua PCM Sukomanunggal M Jahja Solahuddin SPd, Wakil Ketua PCA Sukomanunggal Dini Widjajanti SPd, Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PCM Sukomanunggal Surabaya Drs M Arfa’i, Perwakilan jajaran Komite (Ikwam), wali murid, kepala sekolah, seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 29 Surabaya.

Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya Jatim MA menyatakan kegiatan Wisuda Tahfidzul Qur’an merupakan program rutin tahunan, dimana tahun ini diikuti 221 dari 238 siswa kelas 1 hingga 5.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan motivasi juga sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang telah hafal sesuai dengan juznya masing-masing, dan tentu ini merupakan kebanggaan bagi anak didik,” terangnya.

Lanjut Jatim MA, program Sekolah Tahfidz Berkemajuan SD Muhammadiyah 29 Surabaya mempunyai target satu tahun harus hafal minimal 1 juz, jadi lulus dari SD Mudalan minimal anak-anak hafal 6 juz.

“Tentunya kami sangat berharap SD Mudalan sebagai cikal bakal untuk mengembangkan Tahfidzul Qur’an, bahkan mungkin juga sebagai inspirasi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya untuk menjadikan sekolah Tahfidz,” tuturnya.

Karena mengawali di Surabaya, sambung Jatim MA, mudah-mudahan kedepannya SD Muhammadiyah 29 Surabaya menjadi acuan, sebagai pusat penelitian dan kajian Tahfidzul Qur’an.

“Kami sangat berterima kasih kepada wali murid dan stakeholder yang telah bekerjasama, sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar, dan In syaa Allah kedepan akan lebih banyak lagi pesertanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jatim MA menambahkan, SD Mudalan sengaja mendesain kurikulum semi pesantren dengan hafalan 15 jam pelajaran perpekan, serta bahasa Arab, Inggris, dan lain sebagainya.

“Yang terbaru kita ajarkan ilmu nahwu sharaf yakni mempelajari bagaimana membaca kitab kuning atau kitab gundul yang tidak semua orang bisa, ini pelajaran yang paling sulit di kelas 5 dan 6 selama 2 tahun dengan harapan kalau orang tua ingin anaknya mondok maka anaknya ini sangat terbantu terutama membaca kitab kuning,” pungkasnya.

banner 336x280
Penulis: YudaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!