Surabaya, eNews – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabaya melaksanakan gebyar Milad ke-108 Aisyiyah bertema, “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Thayibah Untuk Surabaya“, di SMAMDA Tower, Sabtu (26/7/2025).
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya Hj Alifah Hikmawati menyatakan bahwasanya, sebagai gerakan perempuan Islam yang konsisten dalam dakwah dan pemberdayaan, Aisyiyah
berkomitmen untuk ikut serta membangun ketahanan pangan melalui pendekatan komunitas, spiritualitas, dan ekonomi berkelanjutan.
“Tema ini sejalan dengan misi ekonomi syariah yakni menumbuhkan keadilan sosial, memberdayakan umat, dan menguatkan sektor riil,” ujarnya.
Lebih lanjut Alifah menambahkan, Aisyiyah sebagai organisasi perempuan dalam naungan Muhammadiyah yang telah berdiri selama 108 tahun, memiliki komitmen kuat dalam pembangunan masyarakat.
“Tema Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah Untuk Surabaya dipilih sebagai bentuk respon terhadap tantangan ketahanan pangan nasional. Desa Qaryah Thayyibah merupakan konsep pengembangan desa yang ideal, mandiri, dan berkelanjutan, yang berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal,” tuturnya.
“Ketahanan pangan menjadi aspek
penting dalam upaya menciptakan desa yang sejahtera dan tangguh menghadapi perubahan global,” imbuhnya.
Untuk tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut, sambung Alifah adalah sebagai ajang konsolidasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang ketahanan pangan.
“Selain itu tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan berbasis qaryah thayyibah untuk Surabaya, mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sumber daya lokal, mempererat tali silaturahmi antar anggota ‘Aisyiyah, Masyarakat dan instansi terkait, serta menampilkan hasil karya dan produk lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi,” pungkasnya.
Semarak Milad ke-108 Aisyiyah tersebut juga dimeriahkan bazar produk UMKM dan pertanian lokal, talk show dengan tema Memperkokoh Ketahanan Pangan, Lomba-lomba Edukatif (lomba olahan pangan, dan lain sebagainya), pentas seni dan budaya Islami, serta penghargaan bagi tokoh perempuan inspiratif dan pelaku usaha pangan lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surabaya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se-kota Surabaya, Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah Surabaya, Direktur RS PKU Muhammadiyah, Ortom dan Organisasi Mitra Tingkat kota Surabaya, Kepala KB danTK‘Aisyiyah, Tokoh masyarakat dan Instansi terkait.

















