20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Sosial  

FRPB Pamekasan Cetak Relawan Muda, Fokus pada Penanggulangan Bencana dan Layanan Sosial

120x600
banner 468x60

Pamekasan, Delikjatim.com – Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan terus melakukan pengkaderan terhadap generasi muda untuk memperkuat barisan relawan di masa depan.

Ketua FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, menegaskan bahwa kaderisasi ini penting agar estafet relawan tidak terputus.

“Bagaimanapun juga kami sudah berumur, sehingga harus ada penerus. Jika tidak, semangat kerelawanan akan terhenti. Padahal masih banyak orang yang berniat baik untuk menjadi relawan. Karena itu FRPB menjadi wadah yang legal, terstruktur, dan memiliki akuntabilitas publik,” ujar Budi, saat ditemui di sela kegiatan jambore lll di Grand Watu Dodol Banyuwangi, Jumat (12/9/2025).

Menurut Budi, FRPB tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana alam, tetapi juga merespons bencana nonalam serta layanan sosial. Sejumlah bidang garapan mencakup evakuasi korban kecelakaan, pendampingan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), layanan ambulans antar-jemput pasien maupun jenazah, hingga keterlibatan dalam konflik sosial.

“Secara spesifik FRPB memang bergerak di penanggulangan bencana. Namun ketika tidak ada bencana, kami tetap aktif di bidang sosial. Layanan ambulans misalnya, itu yang paling dominan beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.

FRPB Pamekasan saat ini memiliki 83 anggota yang terbagi dalam lima bidang, mulai dari diklat, sarana prasarana, humas, hingga operasional lapangan. Legalitas organisasi telah diakui Kementerian Hukum dan HAM, serta diperkuat melalui sejumlah kerja sama dengan dinas terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga sekolah-sekolah.

Soal pembiayaan, Budi mengakui bahwa seluruh kegiatan relawan dijalankan secara swadaya. “Dana berasal dari iuran pengurus. Jadi kalau ada kegiatan ke lapangan, jambore, atau misi kemanusiaan, semua biaya kita tanggung bersama. Layanan ambulans pun paling hanya kita minta BBM, tol, dan makan driver. Tidak lebih,” jelasnya.

Meski tanpa gaji, para relawan muda FRPB tetap solid. Budi menekankan sejak awal bahwa relawan adalah pekerjaan sukarela. Untuk mengantisipasi kejenuhan, pihaknya sering mengajak anggota bersilaturahmi atau melakukan kegiatan bersama di luar misi lapangan.

“Yang membuat saya salut, anak-anak ini tetap mau membantu siapapun tanpa pandang bulu, bahkan kepada orang yang mungkin kurang simpatik pada organisasi. Itu artinya nilai kerelawanan sudah benar-benar terpatri,” tegas Budi.

Sejak berdiri pada 2014, FRPB Pamekasan telah banyak terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan, mulai dari evakuasi korban jatuh sumur, musibah di laut, hingga pengantaran jenazah lintas provinsi. Bahkan, layanan ambulans mereka pernah menjemput warga Pamekasan dari Medan hingga mengantar warga Jakarta yang meninggal dunia di Pamekasan.

“Prinsip kami jelas, relawan harus siap menolong siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Itulah nilai dasar FRPB yang terus kami wariskan kepada generasi muda, khususnya yang kami kader,” pungkasnya.

banner 336x280
Penulis: Syaiful Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!