Banyuwangi, Delikjatim.com – Kontingen Kota Malang turut ambil bagian dalam Jambore III Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur yang digelar di Pantai Watu Dodol, Banyuwangi. Rombongan dipimpin oleh Endi Suhadi, perwakilan Magister Pendidikan, yang membawa dua unsur peserta, yakni 10 orang dari Kelurahan Tangguh Kota Malang serta 20 anggota Saka Dirgantara Lanud Abdurrahman Saleh Malang.
Dalam kegiatan yang melibatkan ratusan relawan dari berbagai daerah ini, Endi menegaskan bahwa keikutsertaan Kota Malang lebih menitikberatkan pada upaya belajar dan memperkuat pemahaman mengenai peran FPRB.
“Kami datang ke sini untuk belajar lebih dalam tentang FPRB. Di Kota Malang, upaya penguatan Kelurahan Tangguh Bencana memang sudah berjalan, namun forum FPRB di tingkat kelurahan sebagian besar belum terbentuk. Itu sebabnya kami ingin peserta memahami pentingnya keberadaan forum ini,” ujar Endi.
Menurutnya, para relawan Kelurahan Tangguh yang dibawa ke Jambore kali ini merupakan perwakilan dari kelurahan masing-masing. Meski sudah aktif, mereka belum memiliki wadah khusus berbentuk FPRB. Diharapkan, setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para peserta dapat menyampaikan hasil pembelajaran dan mendorong terbentuknya FPRB di wilayah masing-masing.
“Target kami sederhana. Sepulang dari sini, para peserta bisa menyampaikan kepada relawan lainnya tentang pentingnya FPRB, sekaligus menjadi motor penggerak agar forum tersebut berdiri di setiap kelurahan,” jelasnya.
Endi juga menambahkan, Jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan relawan, melainkan momentum penting untuk memperkaya pengetahuan, memperluas jaringan, serta memperkuat sinergi antar komunitas kebencanaan di Jawa Timur.
“Harapan kami, acara ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi seluruh peserta. Kami ingin pengalaman ini menjadi bekal bagi Kota Malang dalam membangun sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang lebih baik,” pungkasnya.
Jambore III FPRB Jatim 2025 mengusung semangat “Together We Are Strong Humanity – Bersama Kita Tangguh, Kemanusiaan Utama”. Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengurangan risiko bencana di berbagai daerah.

















