20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Sosial  

Jambore III Forum PRB Jatim Resmi Dibuka, Libatkan Ribuan Relawan se-Indonesia di Banyuwangi

120x600
banner 468x60

Banyuwangi, Delikjatim.com – Kabupaten Banyuwangi resmi menjadi tuan rumah Jambore III Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur sekaligus Festival Nasional FPRB 2025. Acara yang berlangsung di Grand Watu Dodol pada 12–14 September ini diikuti ribuan relawan kebencanaan dari Jawa Timur maupun berbagai provinsi lain di Indonesia.

Acara pembukaan pada Sabtu (13/9) pagi dihadiri jajaran pejabat pusat, provinsi, dan daerah, di antaranya Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto, anggota Komisi VIII DPR RI Inna Amania, Deputi Pencegahan BNPB Prasinta Dewi, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso, serta berbagai pejabat kementerian/lembaga terkait.

Dihadapan awak media, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menegaskan forum ini tidak lagi sekadar ruang koordinasi tingkat provinsi, melainkan sudah lintas daerah bahkan antarprovinsi. “Forum ini harus memberikan pencerahan dan pembelajaran tentang mitigasi. Kabupaten/kota wajib memiliki pemetaan risiko dan rencana kontinjensi, sehingga ketika bencana terjadi, semua pihak tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto menuturkan kegiatan jambore juga diisi dengan edukasi kebencanaan di sekolah. “Sebelum pembukaan, kami sudah lakukan sosialisasi satuan pendidikan aman bencana di enam sekolah sekitar Banyuwangi, khususnya terkait gempa dan tsunami. Ke depan, relawan akan berlatih dalam sesi-sesi di tenda yang telah disiapkan,” jelasnya.

Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Kami bangga Banyuwangi menjadi tempat silaturahmi nasional relawan kebencanaan. Acara ini bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan, tapi juga menjadi ajang edukasi dan pariwisata. Peserta bisa bermalam di sini, menikmati kuliner, dan berwisata membawa kesan positif dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Dalam jambore ini, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan sosial seperti penanaman pohon, pemberian edukasi kebencanaan kepada anak sekolah, hingga simulasi evakuasi. Potensi bencana di Banyuwangi—mulai dari tsunami, tanah longsor hingga banjir—menjadi fokus antisipasi dengan penyediaan jalur evakuasi dan rencana tanggap darurat.

Acara ini turut didukung berbagai pihak, mulai dari BNPB, BPBD Jatim dan kabupaten/kota, lembaga kerelawanan, organisasi penggiat kebencanaan, hingga sponsor dari sektor swasta. Kehadiran multipihak ini menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana adalah tanggung jawab bersama.

banner 336x280
Penulis: Syaiful Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!