Surabaya, Delikjatim.com — Usai adanya pemberitaan Pekerjaan proyek gorong-gorong dan saluran drainase di jalan Kapas Krampung, Tambaksari yang tidak dilakukan sesuai SOP, tidak adanya Dewatering dan Minimnya K3 beberapa hari lalu.
Kini pantauan awak media di lapangan melihat pengerjaan pemasangan u-ditch sudah benar, dimana sebelum pemasangan sudah dilakukan Dewatering.
Hal ini menjadi point plus bahwa pemerintah kota Surabaya tanggap akan kritik dan terus berbenah agar kerugian APBD bisa di minimalisir serta proyek pembangunan bisa maksimal sesuai harapan dan spek.
Terkait pemberitaan diawal dimana tidak adanya pemasangan agregat/pasir yang di padatkan dan tidak dilakukan pengecoran beton rabat tipis di lapisan alas sebagai lantai kerja yang rata dan bersih serta pengembalian tanah galian sebagai pemadatan sisi box culvert.
CV Mustika Indah Persada membalas pesan awak media bahwa item dalam kontrak untuk urug adalah tanah galian.
“itemnya urukan tanah kembali boss”. Balas singkatnya.
Sedangkan untuk pemasangan agregat/pasir yang di padatkan dan pengecoran beton rabat tipis di lapisan alas sebagai lantai kerja yang rata dan bersih, ia mengatakan bahwa item tersebut sudah di hapuskan sejak tahun 2023.
Namun sangat di sayangkan sikap Kepala Bidang Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gumita yang mana saat di konfirmasi bukanya memberikan informasi agar terciptanya pemberitaan yang berimbang malah bungkam dan seakan alergi terhadap awak media.
hal ini menjadi percontohan yang sangat bertolak belakang dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang siap di kritik dan selalu membuka ruang aduan namun Kabid DSDABM Adi Gumita malah anti saran dan kritik.
Jangan sampai oknum seperti ini merusak citra baik yang di bangun Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Surabaya Armuji, Kami berharap Walikota tegas memberikan sanksi terhadap pejabat yang tertutup kepada masyarakat apalagi kepada awak media.
Ketua LSM GAPRAK Achmad Fauzi SE menyayangkan sikap Kabid DSDABM Adi Gumita yang tertutup bahkan diduga alergi awak media dan kritik.
“jika tidak siap dimintai informasi oleh awak media sebaiknya mundur dan jangan jadi pejabat publik, karna Walikota Surabaya Dan Wakil Walikota Surabaya sudah sangat terbuka terhadap Masyarakat jangan sampai perjuangan beliau yang mulia di nodai oleh oknum yang tertutup dan alergi awak media”. Pungkasnya.
Hal ini menjadi sebuah point penting bahwasanya awak media mampu melakukan kontrol sosial agar mengawal pembangunan di kota Surabaya untuk Surabaya yang lebih baik dimana proses pengerjaan pemasangan u-ditch ini sudah lebih baik dan dilakukan sesuai SOP yakni adanya Dewatering yang semula asal asalan.
Awak media akan terus memantau pekerjaan di Krampung dan beberapa proyek di Surabaya agar pengerjaan sesuai spek dan SOP (atau yang di sepakati sesuai kontrak).
Jika ada temuan kebocoran atau kerugian APBD masyarakat meminta BPK, Kejaksaan maupun Polri Satreskrim Tipikor agar tanggap dan lebih aktif agar meminimalisir kerugian dan kebocoran APBD yang merugikan masyarakat.
Redaksi masih terus membuka ruang jawab maupun aduan masyarakat untuk menjaga keberimbangan dan pemberitaan yang mendidik bagi masyarakat.
hingga berita ini ditayangkan awak media juga mencoba mengkonfirmasi beberapa pihak.

















