Surabaya, delikjatim – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Festival Kompetisi Anak Soleh (KAMI) 2026 tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di SD/SMP Muhammadiyah 14 Surabaya, Sabtu (5/9/2026).
Hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bagas Pemkesra) Kota Surabaya, Drs. Arief Budiarto, M.Si., mengaku takjub melihat tingginya antusiasme serta keberanian para peserta yang datang dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga MTs se-Jawa Timur.
”Saya sangat takjub dan bangga melihat adik-adik peserta yang tampil begitu percaya diri. Zaman saya kecil dulu berdiri di depan saja sudah gemetar, tapi adik-adik sekarang luar biasa. Ini menunjukkan perkembangan akhlak, keberanian, dan potensi anak-anak kita semakin meningkat,” ujar Arief.
Dalam arahannya, Arief mengungkapkan komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan talenta muda. Selain program bantuan penghargaan hafiz/hafizah senilai Rp800 ribu per bulan bagi ratusan anak, Pemkot Surabaya juga rutin menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) setiap tahun dengan total anggaran hadiah mencapai lebih dari Rp2,5 miliar untuk 24 cabang lomba.
Ia berharap ajang seperti Festival KAMI dapat menjadi wadah pembinaan berlanjut yang melahirkan bibit-bibit baru untuk memperkuat kafilah Kota Surabaya dalam berbagai ajang tingkat provinsi maupun nasional.
”Tiga tahun lalu posisi Surabaya di tingkat provinsi sempat berada di peringkat 30-an. Namun setelah pembinaan diintensifkan, kita melesat ke 5 besar, lalu 4 besar, dan target kita selanjutnya adalah juara umum. Melihat potensi peserta hari ini, saya optimistis kita memiliki ‘pasukan baru’ yang siap mengharumkan nama Surabaya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Arief menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pihak sekolah, serta para orang tua dan wali murid yang terus mendukung tumbuh kembang anak dalam koridor nilai-nilai keislaman. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sisi spiritual dan keagamaan di Kota Surabaya. (Yuda)

















