JAKARTA, DelikJatim.Com – Media sosial dalam beberapa hari terakhir ramai memperbincangkan isu dugaan penyadapan yang menyeret nama mantan Kapolri. Berbagai potongan video, tangkapan layar, dan daftar nama yang belum terverifikasi ikut beredar luas dan menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi ramainya isu tersebut, Shohibul Farhan, Kader BM PAN – Barisan Muda Partai Amanat Nasional, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Masyarakat mohon tenang. Jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebar informasi yang belum tentu benar. Masalah ini kita pasrahkan ke pihak yang berwenang,” ujar Shohibul Farhan, Minggu (8/11/2026).
Menurut Shohibul, persoalan ini harus dilihat secara jernih dan rasional. Di era banjir informasi, kata dia, yang paling dibutuhkan publik bukan sekadar kecepatan menerima kabar, melainkan kemampuan memilah, memverifikasi, dan memahami konteks secara utuh.
“Di tengah derasnya arus informasi, kita dituntut untuk memiliki literasi digital dan nalar kritis. Jangan sampai opini yang belum teruji kebenarannya kita anggap sebagai fakta. Itu yang justru melemahkan nalar publik,” jelasnya.
Ia menilai, proses hukum harus diberi ruang untuk bekerja secara objektif, profesional, dan berdasarkan bukti, bukan berdasarkan tekanan opini di media sosial.
“Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan. Biarkan pihak yang berwenang bekerja, membuktikan mana yang benar dan mana yang tidak. Tugas kita sebagai masyarakat adalah menjaga persatuan dan tidak terpecah karena isu di medsos,” tambahnya.
Di sisi lain, Shohibul menegaskan bahwa kader BM PAN se-Indonesia Raya tetap solid mendukung program Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mewujudkan Indonesia yang aman, adil, dan berdaulat.
“Kader BM PAN se-Indonesia Raya mendukung penuh program Presiden Prabowo. Kita ingin Indonesia ini maju, hukum ditegakkan, dan masyarakatnya sejahtera,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri yang baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang dinilai telah menunjukkan kinerja yang tegas, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat melalui tagline Polri Bersama Masyarakat.
“Kami mengapresiasi kinerja Kapolri yang baru, Bapak Suyudi Ario Seto. Langkah-langkah pembenahan dan penegakan hukum yang dilakukan memberi harapan baru bagi Polri yang lebih profesional dan dicintai rakyat,” ujar Shohibul.
Shohibul juga mengingatkan, khususnya kepada generasi muda, agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Menurutnya, kedewasaan berdemokrasi tidak diukur dari seberapa keras kita bersuara, tapi dari seberapa bijak kita menyikapi informasi.
“Kalau kita ikut menyebar hoaks, yang rugi kita sendiri dan bangsa kita. Lebih baik kita saring dulu sebelum sharing. Intelektualitas itu bukan hanya soal kecerdasan, tapi soal kehati-hatian dalam bersikap,” pesannya.
Ia berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak terpancing oleh narasi yang bisa memecah belah persatuan.
Dari BM PAN untuk Indonesia.

















