20230111_185931
20230111_185931
Shadow

Keberpihakan Kepada Masyarakat Kecil, MA-Mujiaman Tampil Meyakinkan Di Debat Perdana

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Debat Perdana Pilkada Surabaya, Rabu, (04/11) malam di Hotel JW Marriott, Dihadapan panelis, Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno menyampaikan komitmen mereka untuk membangun Kota Surabaya lima tahun Kedepan.

Debat malam ini adalah debat pertama dari tiga debat menjelang coblosan pada 9 Desember nanti, Pilwali Surabaya akan menyelenggarakan tiga kali debat. Debat pertama malam ini mengambil tema
”menjawab Permasalahan dan Tantangan Kota Surabaya di Era pandemi Covid-19″

Paslon MA-Mujiaman ini terlihat sangat menguasai debat Perdana kali ini. Dimana konsep program kerja yang akan di lakukan jika Memimpin Surabaya sangat jelas dan mudah di pahami.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini, menyampaikan dirinya bersama Mujiaman Sukirman sangat peduli dengan wong cilik. Bahkan dirinya mengangkat tekline maju kotane, makmur wargane, terus memperkuat kebijakan meringankan beban warga kota saat dirinya sebagai wali kota.

Di tengah debat berlangsung, terkait menghadapi Covid 19, Mujiaman menyampaikan dirinya banyak mendapat keluhan dari ketua Rukun Tetangga (RT) dan ketua Rukun Warga (RW). Sebab selama ini, jenazah Covid-19 harus dimakamkan di makam Keputih dan makam babat Jerawat.

“Sangat kasihan warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19. Kita akan ubah kebijakan itu, sehingga beban derita tidak menambah duka keluarga dari warga yang divonis Covid-19,” terang Mujiaman

Machfud Arifin juga menanggapi permasalahan kampung kumuh bahkan surat hijau yang puluhan tahun belum selesai.

“Jika Machfud Arifin-Mujiaman terpilih kami akan tampil paling depan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan Surat hijau yang hanya menjadi bahan kampanye pemimpin-pimpinan terdahulu dan selama proses pelepasan tersebut warga Surabaya akan kami bebaskan dari restribusi surat hijau tersebut”. Terang Machfud Arifin.

Machfud Arifin-Mujiaman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Walikota yang telah memimpin Surabaya. Mulai dari Walikota pertama sampai wali kota terakhir, Tri Rismaharini.

Terpusat di protokol kesehatan, banyak warga yang masih belum mendapatkan pelayanan yang baik. Surabaya di jantung kota memang dirasakan keindahan tamannya, tetapi warga Surabaya berhak mendapat pelayanan dasar lebih baik.

”Banyak warga yang masih tinggal di rumah kumuh. Lebih dari 10 ribu warga yang belum memiliki jamban,” jelas Machfud. ”Kami akan memastikan kota Surabaya maju kotane, makmur wargane,” lanjutnya.

Machfud juga menyinggung soal kondisi pasar di Surabaya yang buruk. Padahal, pasar bisa menjadi penggerak roda ekonomi Surabaya.

”Masih banyak pasar tradisional kondisinya memprihatinkan, juga Pasar Turi yang lebih dari 10 tahun menjadi pasar turu,” kata Machfud.

Editor : Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!