Tuban, Delikjatim.com – Dalam rangka menyambut HUT TAGANA KE -18, Dinas Sosial Tagana Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan bencana melalui pemamfaatan Taman Siaga Bencana (TSB) yang bercentral di Bantaran Sungai Bengawan solo, Desa Tambakrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, pada Rabu, 23 Maret 2022.
Kegiatan tersebut oleh Tagana Tuban dikemas dalam bentuk Penanaman rumput vertifer yang di yakini sangat efektif dalam mengurangni dan menekan angka kerusakan akibat banjir dan longsor.
Kegiatan yang digelar dalam rangka merayakan HUT Tagana ke 18 Thn ini bersinergi bersama jejaring TMS,dengan mengaplikasikan materi Edukasi pengenalan lingkungan kepada anak-anak. Serta mengkampayekan adanya Taman Siaga Bencana (TSB) yang dirilis Tagana Tuban sejak beberapa waktu lalu, dan telah dinobatkan sebagai Lumbung Bibit Masyarakat.
Peluncuran aksi ini diikuti oleh Dinsos Tagana Kabupaten Tuban, KODIM 0811, Forkopinka Kec Rengel, Koramil Rengel, Polsek Rengel, Pemdes Tambak rejo, SH Terate, SH winongo, IKSPI, Pagar Nusa, Gerakan Jumat Berkah, TK/RA/KB Mistahul Hidayah, Karang Taruna, KSB Ronggolawe, SDN Tambakrejo I dan SDN Tambakrejo II.
Dengan menyongsong HUT TAGANA Indonesia ke – 18, Tagana Kabupaten Tuban bersama Forkopinka Rengel dan kodim 0811 serta masyarakat sekitar, mengajak elemen masyarakat serta stakeholder untuk turut terlibat dalam pengurangan resiko bencana, serta mengedukasi masyarakat dengan adanya Taman Siaga Bencana (TSB), demikian di sampaikan Mokh Zaenuri Koordinator Tagana Tuban.
Secara detail Zaenuri (sapaannya) menjelaskan sejumlah kegiatan yang dilalui dalam kegiatan tersebut, Diantaranya adalah Penanaman Rumput Vertifer, mengedukasi Masyarakat terkait peran dan fungsi TSB, dan ditutup dengan Tagana Masuk Sekolah.
Out put dari kegiatan itu sendiri adalah membudayakan Anak cinta Lingkungan sedari dini, serta terbangunnya Sinergitas dengan multi Pihak.
“Kami berharap, rumput Vetiver ini bisa ditanam di sepanjang Bantaran Bengawan Solo se Kabupaten Tuban, yang melintasi 4 Kecamatan sepanjang 22 Km”, harapnya. (Syaiful).
Editor : Redaksi

















