Sidoarjo, Delikjatim.com – Pada puncak Perhelatan akbar 1 Abad NU Tahun ini, yang digelar pada hari ini, Selasa, (7/2/2023), Provinsi Jawa Timur terpilih sebagai tuan rumah. Setidaknya, satu juta orang dari seluruh Indonesia hingga manca Negara turut menghadiri acara yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo ini.
Sebagai implementasi dukungan pelaksanaan resepsi akbar Masyarakat Nahdiyyin tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim membuka layanan dapur umum (DU) selama penyelenggaraan kegiatan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr Alwi MHum mengatakan, DU tersebut akan memasak selama lima kali. Mulai dari Senin (6/2/2023) malam, kemudian Selasa (7/2/2023) pagi, siang, sore, dan malam.
“Sesuai arahan ibu Gubernur Jatim, bahwa Dinsos memberikan layanan DU untuk panitia yang menginap di Lapangan Voli Pantai Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Kami memasak untuk kebutuhan 10 ribu orang yang terbagi dalam lima kali. Jadi, setiap memasak untuk 2 ribu orang,” katanya, Senin (6/2).
DU Forum Koordinasi (FK) Tagana Provinsi Jatim ini dioperasikan oleh 60 personel Tagana dengan dukungan Tagana Kab. Sidoarjo sebanyak 35 orang, Kab. Gresik sejumlah 10 orang, dan FK Tagana Jatim sebanyak 15 Orang.
Selain DU yang dibuka Dinsos Provinsi Jatim bersama BPBD Provinsi Jatim, DU juga dibuka oleh kabupaten/kota. Namun, pembagian makanan sudah ditentukan masing-masing DU.
Di antaranya, DU Kota Probolinggo
dengan jumlah layanan 5 ribu nasi kotak untuk distribusi pagi dan siang masing-masing 2.500 kotak, DU Kab. Pasuruan yang memproduksi seribu nasi kotak dengan tiga kali distribusi, DU Kota Mojokerto dengan jumlah layanan 1.100 nasi dengan sekali distribusi, dan DU Kab. Jombang dengan jumlah layanan 7.500 bungkus dengan dua kali distribusi.
Ada pula DU Kab. Situbondo dengan jumlah layanan 6 ribu bungkus untuk sekali distribusi, DU Kab. Mojokerto dengan jumlah layanan 2.400 bungkus sekali makan pagi, DU Kab. Malang dengan jumlah layanan 3 ribu bungkus dengan dua kali distribusi, DU Kab. Kediri sejumlah 3.600 kotak dengan empat kali distribusi, serta DU Kab. Ponorogo dengan jumlah produksi 4 ribu bungkus untuk sekali distribusi.
Sementara itu, Koordinator Tagana Jatim, Twi Adi menyampaikan, semua persiapan telah dilakukan, baik bahan pangan, kelengkapan memasak, hingga listrik, dan tenda, sehingga masakan terjadwal dengan baik.
“Untuk masak akan dilakukan DU Dinsos Provinsi Jatim, namun pendistribusian makanan tersebut akan dilakukan BPBD Provinsi Jatim. Tempat makannya bukan bungkusan, namun bentuk kotak seperti makanan cepat saji,” terangnya.

















