20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Berita  

SD Muhammadiyah 24 Surabaya Bina Karakter Muslim Sejati Melalui Pesantren

120x600
banner 468x60

Surabaya, Delikjatim.com – Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya melaksanakan kegiatan Pesantren Karakter dalam rangka membina karakter menjadi Muslim Sejati “Become Tru Muslim“, yang dilaksanakan di kampus 2 Sekolah Karakter dan di ruang utama Masjid Al-Mufidah pada Jum’at-Sabtu, (17-18/02/2023).

Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I selaku Kepala Urusan Humas Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyampaikan Pesantren Karakter adalah program Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya yang dikomandani oleh Tim Ismuba. Program tersebut untuk membina karakter anak-anak, mulai dari sikap disiplin, tertib, dan mandiri.

Disiplin dalam arti disiplin mengikuti aturan, disiplin dalam ibadah, disiplin dalam segala hal.

Tertib dalam arti mengikuti segala agenda yang sudah dijadwalkan dalam kegiatan pesantren karakter.

Mandiri dalam arti, anak-anak mampu menyiapkan segala keperluan pribadinya di manapun berada.

“Dalam pesantren karakter ini, anak-anak kita biasakan sholat tepat waktu, sholat sunnah, menghafal Al-Qur’an, adab masuk masjid, menata sandal. Ada 2 materi utama yang kita sampaikan, yaitu pertama thaharah; wudhu, tayamum dan mandi besar serta sholat. Yang kedua, materi tentang “Stop Bullying” yang disampaikan oleh Bunda Nurul Hidayati, M.Psi”, terang ustadz Salman yang juga sekretaris Kwartir Daerah Hizbul Wathan kota Surabaya.

Sementara itu, Nurul Hidayati, M.Psi. selaku psikolog anak dan remaja memaparkan, materi yang disampaikan dalam Pesantren Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya adalah tentang “Stop Bullying“.

“Bullying yang sering terjadi dikalangan anak-anak dan remaja harus bersama-sama kita tangani, sebab ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang dan masa depannya. Semua pihak bisa mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan tanggungjawab masing-masing. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan generasi emas di masa datang yang kuat aqidahnya, kuat ibadahnya, kuat akhlaknya dan luas pengetahuannya”, pungkasnya.

Lanjut Nurul menjelaskan, semua bisa mengambil peran yang sama dalam menjaga supaya tidak terjadi bullying, yaitu :
Pertama, bagi orang tua, maka mengambil peran membiasakan perilaku dan tutur kata yang baik, sehingga anak-anak bisa terbiasa dengan perbuatan dan tutur kata yang positif. Menjadi teladan bagi anak-anaknya ketika dimanapun, khususnya ketika berada di rumah.

Kedua, bagi sekolah, harus mampu mewujudkan lingkungan yang rama terhadap anak. Lingkungan yang memberi ruang kepada anak-anak untuk nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak dalam belajar. Programnya, sarana dan prasarananya, para pendidiknya dan masyarakat sekitarnya yang secara bersama-sama sepakat untuk menciptakan lingkungan yang Islami, sehingga tumbuh kembang anak dalam menguatkan aqidah, ibadah dan akhlaknya bisa terwujud.

Ketiga, bagi anak-anak, maka anak-anak juga harus mampu menjaga dirinya dan teman-temannya untuk bersama menghindari perbuatan bullying. Kalau terjadi hal itu maka, harus ada diantara anak-anak untuk mengambil peran sebagai pembela bagi anak yang terkena bullying. Sehingga anak yang terkena bullying, tidak semakin tertekan dan cepat kembali pulih dan juga harus mampu mengingatkan teman yang melakukan bullying dengan tutur kata yang baik, dengan sikap yang baik.

“Stop Bullying, karena bullying dilarang oleh Islam karena merupakan perbuatan yang tercela. Hal ini juga demi mewujudkan generasi emas bangsa dan agama di masa mendatang”, imbuhnya.

banner 336x280
Penulis: YudaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!