Surabaya, Delikjatim.com –
Demikian disampaikan Listianah SEI selaku Kepala SD Muhammadiyah 22 Surabaya ketika membuka kegiatan belajar memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dengan simulasi perjalanan Isro’ Mi’roj yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 secara bertahap dihalaman sekolah pada hari Jumat, 17 Februari 2023.
“Peristiwa Isro’ Mi’roj membuka wawasan kita sekaligus menggugah kesadaran kita untuk Istiqomah beribadah pada-Nya dan diimplementasikan diantaranya dengan berkontribusi aksi kemanusiaan dalam bentuk donasi korban gempa di Turki. Dan kegiatan pembelajaran dihari ini berupa simulasi Isro’ Mi’roj oleh seluruh siswa dan sore harinya diadakan bimbingan mental untuk siswa kelas 6”, terangnya.
Ditempat yang sama, ustadz Lukman selaku guru Al-Islam menjelaskan, simulasi Isro’ Mi’roj tersebut disamping mengenalkan, juga menanamkan karakter spiritual dan kepedulian sosial.
“Sebelum simulasi dimulai, dibacakan ayat suci Al-Qur’an surat Bani Isroil ayat 1 hingga 5 oleh Ananda Tsabita Khansa Ayra kelas 3C dan diterjemahkan oleh Ananda Ahmad Athar Erlangga kelas 3B. Kemudian masing-masing kelas secara bergantian melakukan perjalanan simulasi Isro’ Mu’roj didampingi para guru, serta 4 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sedang KKN”, pungkasnya.
Masih dengan ustadz Lukman, ada 3 titik simulasi Isro’ Mi’roj, yaitu titik replika kawasan Masjidil Harom untuk mengawali perjalanan, dilanjut ke kawasan titik replika Masjidil Aqsha dan terakhir dititik replika bentangan langit alam semesta, dimasing-masing titik tersebut terdapat narasumber, ada ustadzah Hidayah, ustadz Andi Hariyadi, ustadz Zaeni dan ustadz Budiono yang menjelaskan perjalanan, keadaan dan hikmahnya.
“Pergerakan siswa mengikuti simulasi begitu semangat, senang dan terjadi dialog yang menunjukkan betapa besarnya rasa ingin tahu siswa atas kekuasaan Allah SWT khususnya dalam peristiwa Isro’ Mi’roj”, tukasnya.
“Setelah mengetahui hasil Isro’ Mi’roj berupa sholat, siswa ditanamkan untuk disiplin dan rajin sholat kemudian bergerak lagi untuk memberikan donasi untuk korban gempa di Turki melalui Lazismu Surabaya, dan Alhamdulillah pada pagi itu terkumpul Rp 10 juta lebih dan masih dibuka donasinya hingga pekan depan”, jelasnya.
Sementara itu, ustadzah Syahiro sebagai bagian tim ISMUBA menyampaikan, belajar dengan praktek langsung dilanjut berdonasi gempa sangat berarti dan menginspirasi untuk lebih rajin sholatnya, dan peduli kemanusiaan.
“Selepas Ashar, siswa kelas 6 mengikuti kegiatan Pembinaan Mental hingga hari Sabtu pagi, sebagai upaya pembinaan dan pembiasaan ibadah, pembinaan Akhlaqul Karimah serta terbangun interaksi pergaulan yang santun, ramah dan rukun, meski sore hari terjadi hujan lebat para siswa tetap bersemangat untuk hadir mengikutinya, begitu pula pengurus Komite Sekolah dengan antusias berpartisipasi dalam pengaturan konsumsi”, ungkapnya.
“Semoga kerjasama ini terus dilanjut untuk mendukung suksesnya program sekolah sehingga siswa berprestasi dan ber-Akhlaqul Karimah”, imbuhnya.

















