20230111_185931
20230111_185931
Shadow
Sosial  

Sampah Banjir Menggunung, BPBD & FPRB Gelar Aksi

120x600
banner 468x60

Pasuruan, Delikjatim.com – Pasca terjadinya banjir hebat yang menerjang Wilayah Pasuruan Jawa Timur, Sungai Anak Wrati, Desa Legok, Kecamatan Gempol Pasuruan, penuh sesak oleh jubelan sampah beraneka macam.

Melihat fenomina yang mengancam kesehatan warga dan fungsi Sungai itu sendiri, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim, gandeng FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Jatim, menggelar aksi mitigasi dengan menyisir seluruh sisi sungai yang dipadati sampah.

Aksi tersebut mendapat dukungan penuh dari relawan PC LPBI NU Bangil, YAJAGANU Bangil, FPRB Gempol dan Media Info Seputar Gempol, di support pula oleh Babinsa dan Kasun Desa Legok.

Dari pantauan tim publikasi FPRB Jatim diketahui, material sampah tersebut tidak hanya mengusik pemandangan, namun kuga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan mengurangi fungsi sungai itu sendiri.

Sekjend FPRB Jatim, Catur Sudarmanto mengatakan, kegiatan seperti itu merupakan upaya pengurangan risiko bencana yang harus lebih inten dilakukan.

“Giat Sterilisasi sungai ini melibatkan lintas komunitas dibawah naungan FPRB Jatim. Hal itu penting dilakukan agar tidak tidak terjadi penyumbatan aliran, dengan demikian potensi melubernya volume air sungai yang berdampak pada terjadinya banjir dapat di minimalkan, dan skema risiko bencananya pun bisa menurun” kata Catur.

Berikutnya diharapkan kegiatan serupa dapat melibatkan lebih banyak pihak, ketika hal itu rutin dilakukan maka target mitigasi akan terpenuhi. “Bencana merupakan tanggung jawab semua pihak, disini pentingnya gerakan sadar bencana melalui sosialisasi yang selama ini gencar dilakukan FPRB Jatim. Diharapkan agar masyarakat memiliki kapasitas yang tangguh dalam konteks penanggulangan bencana. Ketika itu terwujud maka risiko bencana akan drastis menurun” tegas Catur alias Mbah Dharmo.

Bagaimana penanganan selanjutnya sampah sungai tersebut ?

Ia mengatakan, sampah dari sungai diamankan sementara agar tidak menghambat jalur aliran sungai.

“Sementara dinaikan dari sungai dulu agar tidak menyumbat aliran sungai” tandasnya.

banner 336x280
Penulis: SyaifulEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!