Surabaya, Delikjatim.com — Pekerjaan proyek gorong-gorong dan saluran drainase di jalan Kapas Krampung, Tambaksari, menjadi sorotan tajam.
Pasalnya,, teknis di lapangan khususnya mengenai pengendalian air saat proses penggalian dan pemasangan box culvert, dinilai menjadi salah satu aspek penting yang harus mendapat pengawasan ketat dari kontraktor maupun pengawas proyek.
Terpantau saat dilapangan, bahwa pengerjaan proyek tersebut tidak ada Dewatering (pengeringan) sehingga hasil pemasangan box culvert dirasa tidak sesuai teknis dan mengurangi kualitas hasil pemasangan tersebut.
Bukan hanya itu, dalam pantauan di lapangan tanah galian dimasukkan kembali untuk pemadatan samping box culvert. Apakah hal ini dibenarkan dan sesuai spesifikasi serta teknis yang di sepakati dalam kontrak.
Dua aspek ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan pekerjaan yang maksimal dalam mencegah banjir di kota Surabaya.
Harus diketahui, Air di Area Galian Harus Dikendalikan,Dalam pekerjaan pemasangan gorong-gorong atau box culvert, salah satu persoalan yang harus diperhatikan adalah keberadaan air di dalam area galian.
Secara teknis, kontraktor perlu melakukan dewatering atau pengendalian air apabila kondisi lapangan menyebabkan air masuk atau menggenangi area pekerjaan. Tujuannya agar area kerja berada dalam kondisi yang sesuai untuk pemasangan struktur, sekaligus mencegah gangguan terhadap stabilitas tanah dan kualitas pekerjaan.
Pembangunan saluran U-ditch 150/150 dengan cover gandar 10 ton yang di kerjakan oleh Kontraktor PT Mustika Persada Indah dan diawasi oleh CV Pandhu Adhigraha, KSO CV Cipta Suramadu Konsultan, Walikota Surabaya Eri Cahyadi diminta untuk turun kelapangan agar APBD Kota Surabaya bisa maksimal dalam peruntukan membangun kota Surabaya.
Jika ditemukan pelanggaran maka Walikota Surabaya Eri Cahyadi harus berani menindak dan memberikan sanksi tegas terhadap kontraktor, pengawas maupun Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).
Redaksi Delikjatim.com masih terus memantau pelaksanaan proyek drainase dan gorong-gorong, termasuk kualitas pekerjaan, metode pengendalian air, keselamatan pengguna jalan serta transparansi pelaksanaan proyek di lapangan.(bersambung)

















