20230111_185931
Shadow
Berita  

Tim Survei KNMP 2027 Gelar Pelatihan di NTT, Ratusan Peserta NGO dan Akademisi Turun Lapangan

120x600
banner 468x60

Kupang, delikjatim – Sebanyak 316 peserta dari kalangan organisasi non-pemerintah (NGO) dan civitas akademika mengikuti pelatihan tim survei Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang digelar di Kota Kupang ini berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 November 2026.

​Pelaksanaan pelatihan di NTT ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pembekalan tingkat nasional yang sebelumnya diselenggarakan serentak di 38 provinsi pada 26–30 Oktober 2026.

​Penyesuaian jadwal khusus untuk wilayah NTT dilakukan akibat keterbatasan ketersediaan tempat akomodasi hotel pada periode akhir Oktober tersebut, sehingga kegiatan baru dapat terealisasi pada awal November setelah lokasi acara tersedia.

​Dalam pelatihan tersebut, Tenaga Ahli Analisis Data dan Penilaian Satgas KNMP, Haerul, hadir langsung memberikan pemaparan materi. Ia membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai metodologi survei, mekanisme penilaian lapangan, serta pentingnya prinsip objektivitas dan akurasi data.

​Sejumlah variabel krusial menjadi fokus verifikasi para tim survei di lapangan nantinya, meliputi:

  • ​Demografi dan jumlah nelayan lokal
  • ​Potensi sektor perikanan daerah
  • ​Kesiapan dan keaktifan kelembagaan koperasi
  • ​Ketersediaan lahan lokasi pembangunan
  • ​Infrastruktur dasar (akses air bersih dan listrik)
  • ​Aksesibilitas jalan dan Moda transportasi
  • ​Tingkat komitmen dan dukungan dari pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa

​Haerul menegaskan bahwa penetapan calon lokasi KNMP wajib mengacu pada kebutuhan riil masyarakat pesisir serta potensi komoditas wilayah, bukan didasari semata-mata oleh dorongan fisik fasilitas semata.

​”Pendekatan berbasis kebutuhan ini sangat penting agar pembangunan KNMP benar-benar tepat sasaran. Kita ingin fasilitas yang nantinya dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan tidak berujung terbengkalai setelah proyek selesai,” tegas Haerul dalam pembekalannya.

​Melalui pembekalan intensif ini, 316 peserta dari mitra NGO dan perguruan tinggi diharapkan memiliki standar persepsi dan penilaian yang seragam. Data hasil survei yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan tersebut kelak akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam menetapkan titik lokasi resmi Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027. (Yuda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Artikel terproteksi !!