PASURUAN, Delikjatim.com – Pekerjaan Preservasi Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Gempol–Pasuruan–Probolinggo, khususnya pada ruas Pasuruan serta ruas Bangil–Pasuruan, mendapat sorotan. Sejumlah pekerjaan di lapangan dipertanyakan, mulai dari pelapisan aspal, kualitas kerb, hingga metode pekerjaan rigid beton.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (24/9/2026), terlihat pekerjaan jalan nasional yang telah dilakukan pelapisan aspal. Namun, terdapat sorotan terkait dugaan ketebalan lapisan aspal yang dinilai kurang dari standar yang dipersyaratkan dalam pekerjaan.
Selain lapisan aspal, kondisi kerb atau pembatas jalan juga menjadi perhatian. Sejumlah kerb di sepanjang ruas pekerjaan terlihat mengalami kerusakan atau patah. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas material maupun mutu beton yang digunakan.
Sorotan lainnya berkaitan dengan pekerjaan rigid beton. Di lapangan, alas sebelum pengecoran rigid beton disebut menggunakan lembaran plastik yang dinilai cukup tipis. Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan terkait kesesuaian metode dan material yang digunakan dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
Atas temuan dan informasi tersebut, awak media Delik Jatim berupaya meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada pihak terkait, khususnya pelaksana maupun penanggung jawab pekerjaan Preservasi Jalan Nasional Wilayah 3.
Konfirmasi diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, termasuk standar ketebalan lapisan aspal, mutu beton kerb, serta metode pelaksanaan pekerjaan rigid beton.
Fauzi dari Delik Jatim menyampaikan permintaan konfirmasi kepada pihak terkait:
“Selamat pagi Pak Bagus, saya Fauzi dari Delik Jatim. Mohon konfirmasi terkait pekerjaan Preservasi Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Gempol–Pasuruan–Probolinggo, khususnya ruas Pasuruan pembangunan jembatan dan ruas Bangil–Pasuruan. Kami mendapat informasi sekaligus melakukan pemantauan terkait adanya dugaan pelapisan aspal yang ketebalannya kurang dari standar, kemudian kualitas kerb yang di sejumlah titik terlihat patah dan diduga berkaitan dengan mutu beton. Selain itu, kami juga melihat pada pekerjaan rigid beton terdapat penggunaan plastik sebagai alas pengecoran yang secara visual terlihat cukup tipis. Mohon penjelasan apakah seluruh pekerjaan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi dan standar teknis yang ditetapkan.”
Hingga berita ini ditulis, keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut masih dinantikan. Delik Jatim membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
(Redaksi Delik Jatim)

















