Data Pribadi Kembali Digunakan
Pada malam harinya, Lady kembali menghubungi korban dan mengajak bertemu dengan seseorang yang diperkenalkan bernama Memek, yang disebut sebagai rekan kerja mereka.
Dalam pertemuan di sebuah warung kopi kawasan Bratang, Memek kembali meminta telepon genggam beserta KTP korban.
Korban melihat secara langsung beberapa aplikasi diunduh ke dalam telepon genggam miliknya.
Saat kembali mempertanyakan keamanan data pribadinya, Memek memastikan seluruh data aman dan seluruh aplikasi yang telah diunduh kemudian dihapus di hadapan korban.
Dalam proses tersebut, Memek mengetahui korban telah memiliki aplikasi Bank Saqu yang digunakan sebagai rekening penerimaan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja.
Memek kemudian menawarkan pengajuan pinjaman melalui aplikasi tersebut.
Awalnya korban menolak karena khawatir akan berdampak terhadap pekerjaannya. Namun setelah diyakinkan bahwa bunga pinjaman rendah dan dirinya membutuhkan dana untuk melunasi utang yang akan jatuh tempo, korban akhirnya mengajukan pinjaman secara sadar melalui aplikasi tersebut.

















